Pengurus Koperasi Dituntut Inovatif Tangani Kredit Macet

Gunungkidul - Ngatino Hadi, narasumber sekaligus fasilitator Pendidikan Perkoperasian Bagi Anggota menyatakan pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) Karya Perempuan Mandiri dituntut terus berinovasi dalam menangani kredit macet. 

Ia menuturkan kalau pengurus dan pengawas bisa mengendalikan angka kredit macet, anggota koperasi pasti rajin dan tertib memenuhi salah satu kewajibannya yakni membayar simpanan dan angsuran piutang. 

"Selain itu, pengurus dan pengawas perlu bersama-sama memikirkan upaya meningkatkan keaktifan para anggota baik dalam pertemuan rutin maupun aktif dalam membayar angsuran, agar kejenuhan tidak menghampiri anggota yang sudah aktif karena setiap pertemuan hanya orang-orang itu saja yang datang," terangnya dalam diskusi di Balai Dusun Randusari, Desa Watusigar, Ngawen, Gunungkidul, Selasa (4/10/2016). 

Kegiatan yang diikuti 53 orang dari unsur pengawas, pengurus, anggota koperasi serta pendamping YSKK tersebut ditujukan salah satunya untuk meningkatkan pemahaman anggota koperasi dalam membaca dan menganalisa laporan keuangan koperasi. 

"Kegiatan seperti ini bagus bagi para anggota karena bisa meningkatkan wawasan mengenai koperasi, hak dan kewajiban kami sebagai anggota. Selain itu kami juga tahu cara membaca laporan keuangan koperasi serta mendapat pengetahuan tentang usaha produksi olahan makanan," tutur anggota koperasi yang terlibat dalam diskusi, Tarmiyati. Ia berharap, kegiatan-kegiatan semacam ini dapat memperkuat usaha dagang maupun produksi olahan makanan yang ditekuni anggota. (ams)