FSD, Wadah Bersama P3D

Forum Perempuan Penyelenggara Pemerintahan Desa (FP3D) merumuskan wadahnya. Dalam Forum Srikandi Desa (FSD), rumusan itu disepakati pada pertemuan konsolidasi yang dilaksanakan pada Selasa, 23/12/2014 di Balai Desa Kepek, Trimulyo, Kepek, Wonosari. Dalam pertemuan tersebut dirumuskan juga rancangan landasan organisasi FSD serta kepengurusan sementara yang bertugas meminalisasi rancangan landasan organisasi dan mempersiapkan agenda terdekat.

Agenda terdekat yang akan dilaksanakan adalah pertemuan kepengurusan sementara yang akan melakukan finalisasi rancangan landasan organisai dan melakukan sosialisasi terhadap desa-desa yang memiliki P3D, tegas Edi Supriyanti yang merupakan Koordinator Sementara FSD.

“Saya harap Tim Kepengurusan sementara FSD ini bisa bertemu kembali secepatnya pada awal Januari 2015 untuk finalisasi landasan organisasi dan menyusun rencana kegiatan terdekat, seperti memperluas penjaringan keanggotaan dengan sosialisasi, serta rencana peluncuran FSD”, papar Perempuan yang menjabat sebagai Sekretaris BPD Desa Pelembutan ini.

Yanti, demikian sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa forum yang merupakan wadah bersama bagi para P3D ini sedang berproses untuk membangun sebuah organisasi yang dapat menjadi wadah bagi para P3D untuk belajar bersama, berbagi data dan informasi, serta memperjuangkan kepentingan perempuan pada umumnya.

“Ini kita difasilitasi sama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan YSKK (Yayasan Satu Karsa Karya –red) untuk membentuk forum bersama ini, kita sedang berproses, supaya FSD nantinya bisa berjalan lancar untuk memperjuangkan kepentingan perempuan sesuai visi yang telah dirumuskan bersama tadi, yaitu mendorong keterwakilan perempuan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat”, papar Yanti.

Yanti menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 55 oranng P3D yang menjadi inisiator FSD yang berasal dari 22 desa di 7 kecamatan se –Kabupaten Gunungkidul, sehingga sangat perlu untuk memperluas keanggotaan ke desa-desa lainnya agar representatif.

“Sekarang itu kita udah ada 55 orang, berarti perlu sekali nanti yang 55 orang ini mengajak teman-teman P3D dari desa lainnya agar jumlah anggotanya bertambah dan lebih mewakili P3D secara keseluruhan di Gunungkidul”, tegas Yanti.

Proses yang Panjang

Berangkat dari kebutuhan bersama para pihak di Kabupaten Gunungkidul untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan P3D dalam menyambut implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa di tahun 2015.

Akhirnya YSKK, Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, BAPPEDA, dan para P3D berproses dalam Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP) Angkatan Ketiga sepanjang November 2014 yang khusus diperuntukkan bagi mereka para P3D, baik Perempuan yang menjabat sebagai Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Anggota BPD.

Dalam SKP Angkatan Ketiga kita menemukan banyak syarat cukup yang harus dipenuhi agar P3D mampu menjadi salah satu referensi kepemimpinan dalam berbagai sektor di desa, konteks implementasi UU Desa, salah satunya kapasitas P3D dan wadah bersama P3D.

Seperti yang disampaikan oleh Siswanto, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, bahwa SKP dan FSD adalah kontribusi yang nyata dari YSKK dan P3D untuk menyambut implementasi UU Desa.

“Saya melihat SKP dan FSD ini kontribusi yang sangat nyata dari YSKK dan Ibu-Ibu Perangkat juga Anggota BPD Desa dalam meningkatkan kesiapan kita di Gunungkidul menyambut implementasi UU Desa”, tegas Siswanto.

Hal senada disampaikan oleh Priyanta Madya Satmaka, Kepala Bidang Pemerintahan Sosial Budaya BAPPEDA Gunungkidul, bahwa SKP dan FSD sangat bermanfaat untuk membangun demokrasi desa seperti yang diamanahkan dalam UU Desa.

“UU Desa itu mengamanahkan kepada Desa untuk menjadi mandiri dan sejahtera, dan dalam SKP juga dengan terbentuknya FSD ini di Gunungkidul sangat berkontribusi untuk mewujudkan amanah UU Desa tersebut”, tegas Priyanta. (Lsy/Ryd).