Peluang Bisnis Olahan Kentang
 

Sebuah bisnis dapat dimulai dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, misalnya kentang. Selain mudah didapat, harganya juga relatif murah. Harga jual olahan kentang bisa mencapai 2 kali lipat dari biaya produksinya. Untuk mengolah 1Kg kentang membutuhkan biaya sekitar Rp 25.000, jika sudah jadi keripik berbumbu bisa dijual Rp 45.000-Rp 50.000 perkilo. 

Usaha olahan kentang ini sudah ditekuni Bu Umami anggota KWT Kuncup Mekar, Semin, Gunungkidul, sejak 2017 lalu. Saat menjadi narasumber Sekolah Kewirausahaan Perempuan (SKP) Kamis (11/07) lalu, ia mengatakan dalam sebulan bisa menerima permintaan lebih dari 50Kg. Bahkan seringkali ia menolak permintaan dikarenakan keterbatasan tenaga produksi. 

"Karena saya bekerja hanya dibantu 2-3 orang, kadang ada permintaan saya tolak. Selain itu juga karena saya ada kegiatan sosial di desa dan masyarakat," ungkapnya di Sekretariat Kopwan Karya Perempuan Mandiri (KPM). 

Di hadapan 40 orang anggota dan pengurus Kopwan KPM, Bu Umami menjelaskan dan mempraktikkan step by step pembuatan keripik kentang balado. "Proses pembuatannya cukup sederhana dan cepat, 1Kg kentang membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit," katanya. 

Setidaknya terdapat empat tahapan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan keripik kentang balago. Pertama, proses pencucian dan pemotongan kentang yang tidak tepat akan berdampak di hasil akhir. Maka pada tahap ini pengupasan dan pencucian harus benar-benar bersih. "Saat mencuci cukup direndam dengan air garam aja lalu disaring dan dicuci kembali baru kemudian digoreng," terang Bu Umami. 

Kedua, saat menggoreng tidak perlu diaduk berkali-kali ketika kentang sudah tidak berpelukan atau lengket satu dengan yang lain bisa diangkat. Untuk menghindari melempem, kentang cukup diaduk sekali ketika diangkat. 

Ketiga, jangan menambahkan air saat memblender atau menumis bumbu. Untuk mempermudah saat memblender bumbu cukup tambahkan minyak goreng. Usahakan menumis bumbu yang sudah diblender atau diulek hingga kental. Jika tumisan bumbu tidak seperti gulali, olahan kentang akan cepat melempem. 

"Jika ingin tahan lama, setelah dibumbui keripik bisa dispinner untuk menghilangkan kadar minyak. Jika sudah dispinner bisa tahan hingga 1 bulan dan siap dipasarkan," kata Bu Umami menjelaskan tahap akhir pembuatan keripik kentang balado.  

Untuk menjangkau pasar, imbuhnya, penjualan bisa dilakukan dari kemasan Rp 15.000 hingga kemasan besar (kiloan). Saat ini permintaan keripik kentang juga datang dari kalangan katering makanan. 

Pada akhir pertemuan, Ketua Kopwan KPM Ibu Emi mengungkapkan bahwa kegiatan SKP sangat bermanfaat bagi anggota koperasi. "Seringkali ibu-ibu mengabaikan peluang usaha yang ada di sekitar malah bingung mau mengembangkan usaha yang sulit dan tidak terjangkau," paparnya.