YSKK Berdayakan 556 Perempuan Pengusaha Mikro 
 

SULTENG RAYA - Sebagai bentuk gerakan pemulihan sektor usaha mikro daerah terdampak bencana Sulawesi Tengah, Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) memberdayakan 556 orang perempuan dan pengusaha mikro untuk mulai membuka usaha. 

Program pemberdayaan itu diklaim sukses, berkat kerjasama organisasi Childfund, Kementerian Sosial dan LPBI NU. 

Secara teknis, penerima stimulan dibagi menjadi 20 kelompok asal Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) dengan total anggota setiap kelompoknya sebanyak 20 sampai dengan 30 orang. 

Koordinator Unit Penggalangan Sumber Daya YSKK, Iwan Setiyoko mengatakan, total keseluruhan dana stimulan disalurkan secara bertahap yakni Rp1,43miliar, tersebar di Pasigala. 

Penyaluran di Kota Palu, yakni hunian sementara (Huntara) Layana Indah, Huntara Petobo dan Huntara Mpanau. Selanjutnya, Sigi, Huntana Sibalaya Barat, Sambu, Lolu. Sedangkan, di Donggala yakni Lende Tovea, Tompe dan Limboro. 

Menurutnya, para penerima yang mendapatkan stimulan dari YSKK merupakan para korban bencana yang masih sangat membutuhkan bantuan dan belum tersentuh bantuan. 

Hasil survei YSKK penerima stimulan telah dirampungkan sejak Maret 2019 dengan melibatkan berbagai data di kecamatan dan kelurahan/desa terkait. 

"Skema penyaluran kita kerja sama dengan perbankan dalam hal ini BRI. Kami sudah pendataan by name by adress didapatkan para sasaran yang memang belum mendapatkan bantuan dari lembaga atau yayasan lain," katanya usai pembukaan penyaluran tahap I dana stimulan modal usaha di huntara Layana Indah Kelurahan Layana Indah Kota Palu, Kamis (4/7/2019). 

Lanjutnya, para penerima stimulan modal usaha telah disalurkan bantuan tahap I, per orang mendapatkan Rp2.750.000 sedangkan tahap kedua pada Agustus 2019 sebanyak Rp2.250.000. 

"Plus nanti untuk stimulan kelompok ada Rp3.500.000. Untuk kelompok nanti akan disalurkan pada Agustus 2019 juga, kalau per orang dua tahan Juli 60 persen, Agustus 40 persen,' katanya. 

Tidak sampai disitu, pihaknya juga memiliki program pendampingan berupa penguatan manajemen kelompok hingga penguatan usaha setiap orang. 

"Sehingga harapannya kami kedepan bisa menjadi koperasi yang bisa membantu usaha mereka. Dalam mendata kita sudah memilih orang-orang yang sudah punya usaha dan mau memulai tetapi sudah terkena bencana dan tak punya modal," ungkapnya. 

Salah seorang penerima stimulan modal usaha di huntara Layana Indah, Siti Mutmainah mengatakan modal yang diberikan akan ia kembangkan sebagai modal usaha kiosnya di huntara. Ibu yang pernah memiliki meubel di pinggiran pantai Kelurahan Layana Indah ini mengaku sangat terbantu dengan permodalan yang disalurkan. 

"Usaha ini akan terus saya kembangkan, meskipun penghasilannya tidak sebanyak ketika saya berjualan lemari dan peralatana rumah tangga kemarin sebelum bencana," katanya. 

 

Pemprov Siap Mendampingi 

Sementara itu, Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKm Sulteng menyambut baik program pemberdayaan YSKK. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Eda Nur Ely, menyatakan siap ikut bersinergi untuk suksesi rangkaian pembinaan kepada pelaku usaha nantinya. 

"Ini juga diharapkan sebagai penopang nafkah keluarga, pasca-kehilangan pekerjaan. Kita menyambut baik dan ikut bersinergi nantinya," kata Eda Nur Ely. 

Ia berharap, para penerima stimulan dapat memanfaatkan secara maksimal program modal usaha yang diberikan. 

"Jangan lihat nilainya, lihatlah apa yang akan dihasilkan dari itu. Dilakukan terus ikut serta dalam proses pendampingannya, karena kebiasaan buruk ketika sudah dapat modalnya, sudah enggan untuk ikut edukasi-edukasi yang diberikan," ujarnya. 

Ia menilai, program itu kedepan akan menghasilkan koperasi untuk membiayai permodalan para peserta penerima stimulan. Hal itu juga akan kembali menggairahkan koperasi di Sulteng. 

"Sesuai dengan rancangannya, nanti setiap kelompok akan menghasilkan koperasi mandiri. Itu hal bagus untuk bisa berkembang," katanya. 

 

Sumber: Warta Palu