YSKK Inisiasi SKP, Pemkab Siap Bersinergi

Jum’at, 15 Maret 2013 bertempat di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, YSKK berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengenai Konsep Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP).

Dialog yang berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Budi Martono, Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda), Anik Indrawati, Kepala sub-Bagian Administrasi Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekda, Ahsan Jihadan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Sity Hidayati, TP PKK Kabupaten, Suryastri Sumedi, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Etni Priskila. S, serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Sugiyanto, yang kesemuanya merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai unsur pembantu Bupati Kabupaten Gunungkidul.

Fokus pembahasan dalam dialog hari itu adalah mengenai Konsep SKP yang merupakan inisiasi dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK). Dimulai dengan pemaparan profil YSKK dan tujuan serta keluaran yang diharapkan dari dialog tersebut yang disampaikan oleh Direktur YSKK, Suroto. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Konsep SKP oleh Staf Program YSKK, Riyadh sebagai bahan bagi semua peserta dialog.

Dalam tanggapannya, mengenai konsep SKP, Sekretaris Daerah, Budi Martono menyampaikan bahwa SKP ini berdimensi pendidikan politik yang tentunya sangat positif bagi pembangunan di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu, ia juga menyoroti mengenai modul dan kurikulum SKP yang menurutnya haruslah ditambahkan dengan dimensi kebudayaan, agar tidak berlawanan dengan kearifan lokal.

“Saya rasa SKP ini pada prinsipnya sangat baik, tentunya memiliki dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Gunungkidul karena berdimensi pendidikan politik bagi perempuan, jadi sisi pemberdayaan perempuannya dapet, serta sisi pendidikan politik bagi perempuannya juga dapet. Namun jika saya perhatikan isi modul dan materi yang ada dalam kurikulum tadi, itu harus ditambah dengan dimensi kebudayaan, supaya kita dapat menghargai kearifan lokal yang ada di Gunungkidul”, demikian papar Martono.

Suroto, Direktur YSKK menyambut dengan baik respon positif yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terkait dengan SKP ini. Menurut Suroto, YSKK mempersilahkan dan berterimakasih jika pihak Pemkab Gunungkidul ingin bersinergi dalam program SKP ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul atas tanggapan positif dan dukungan yang diberikan kepada YSKK terkait dengan program SKP ini. Tentunya YSKK sangat terbuka terhadap berbagai kritik dan saran yang membangun terhadap SKP ini, baik itu dari segi materinya, waktu dan tempat pelaksanaannya, kepesertaannya, juga konsepnya keseluruhan. YSKK mempersilahkan kepada Pemkab jika ingin mensinergikan program-program yang ada di masing-masing SKPD dengan SKP ini, kami menyambut dengan baik”, demikian papar Suroto.

Demikian juga tanggapan dari berbagai SKPD yang terlibat langsung dalam dialog tersebut. Pada prinsipnya sangat mendukung program SKP yang merupakan inisiasi dari YSKK ini.

Adapun tindak lanjut dari dialog tersebut adalah mengkomunikasikan semua hasil dialog kepada Bupati Gunungkidul yang akan difasilitasi oleh Bagian Kesra Sekretariat Daerah, mendiskusikan berbagai bentuk sinergi antara YSKK dan Pemkab Gunungkidul, dan kemudian akan dilanjutkan dengan pelaksanaan SKP. (Eka/Riyadh)