Revitalisasi TIFA-TAPA Untuk Cegah KDRT

GUNUNGKIDUL - Kader perempuan dari tujuh desa di Kabupaten Gunungkidul memandang perlu mengaktifkan kembali TIFA (Tim Informasi dan Advokasi) serta TAPA (Tim Advokasi Perempuan dan Anak). Pandangan tersebut muncul karena tingginya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) selama tahun 2015 di Kabupaten Gunungkidul.

Tercatat pada tahun 2015 kasus yang rentan dialami perempuan dan anak tersebut melonjak hingga 313 kasus. Atau meningkat 61 kasus dibandingkan tahun 2014.

“TIFA-TAPA sudah diinisiasi sejak tahun 2010 tetapi hingga saat ini yang dapat dikatakan ‘hidup’ itu di Desa Ngawis. Bahkan TIFA Desa Ngawis dijadikan rujukan instansi terkait perempuan dan anak di Kabupaten Gunungkidul,” ujar Kepala Divisi Pemberdayaan Perempuan (PP) YSKK, Lusiningtias, saat forum revitalisasi TIFA-TAPA di Balai Dusun Ngawis, Gunungkidul, Rabu (10/02/2016).

Menurut Lusi, TIFA-TAPA memiliki peran strategis dalam pencegahan dan penanganan kasus KDRT yang terjadi di desa. Karena kedua lembaga tersebut beranggotakan kader perempuan yang dekat dengan korban. 

Untuk mengantisipasi KDRT, kader perempuan dapat memberikan edukasi tentang pencegahan dan dampak kekerasan melalui sosialisasi pada forum-forum yang ada di masyarakat seperti pertemuan RT, PKK dan arisan.

“Pencegahannya tidak perlu melakukan kampanye dengan biaya besar, cukup memanfaatkan pertemuan-pertemuan yang ada di desa,” ujar Lusi.

Data yang dirilis Women Crisis Center Rifka Anisa tahun 2015 menyebutkan ada sebanyak 313 kasus yang terbagi lima kategori kasus yakni Kekerasan Terhadap Istri sebanyak 223 kasus, Kekerasan Dalam Pacaran 34 kasus, Perkosaan 36 kasus, Pelecehan Seksual 15 kasus dan Kekerasan dalam Keluarga 5 kasus.

“Sebenarnya kasus KDRT baik fisik maupun psikis yang terjadi di desa itu banyak. Hanya saja korban cenderung menutupi karena malu jika orang lain tahu permasalahan rumahtangganya. Pola pikir seperti ini harus pelan-pelan dibenahi,” terang Ketua TIFA Desa Ngawis, Murjikem.

Selain Desa Ngawis, TIFA-TAPA berada di enam desa yang tersebar di Kabupaten Gunungkidul yakni Semin, Watusigar,  Kalitekuk, Kemiri, Karangmojo, dan Sambirejo. (ams)