Seminar Penelitian Dampak Pandemi terhadap Perempuan Pelaku Usaha di Gunungkidul

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 telah masuk ke Indonesia sejak bulan Maret 2020 dan berdampak di setiap lini kehidupan, termasuk di sektor UMKM. Untuk mengatasi dampak terhadap UMKM, kita perlu mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan, berdampak di aspek apa saja dan sejauh mana usaha-usaha yang telah dilakukan selama ini. Hal ini lah yang menjadi latar belakang YSKK melakukan penelitian tentang Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Perempuan Pelaku Usaha Mikro-Kecil di Kabupaten Gunungkidul (Studi Kasus pada Komunitas Dampingan YSKK).

Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Nopember 2020 bertempat di Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan lokasi penelitian di Kabupaten Gunungkidul karena merupakan dampingan Yayasan Satu Karsa Karya yang terdiri atas 3 koperasi wanita dan 1 kelompok desa prima yang terdampak pandemi Covid-19. Metode penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data wawancara terbuka, studi pustaka, observasi dan dokumentasi. Terdapat 30 orang perempuan pelaku usaha, 3 orang pemerintah desa, 9 orang pengurus kelembagaan ekonomi lokal serta pemerintah dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Gunungkidul yang diwawancara dalam penelitian ini.

Dari penelitian tersebut, didapatkan hasil bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada aspek produksi, pendapatan dan pemasaran dari UMKM. Bahkan, sebanyak 70% perempuan pelaku usaha mikro-kecil mengalami penurunan produksi dan pendapatan lebih dari 50% yang didominasi oleh sektor olahan makanan dan minuman. “Biasanya dapat memproduksi 50 kg/hari tapi karena pandemi Covid-19 ini menjadi 20 kg/hari.” Ujar Bu Fitri yang kesehariannya merupakan produsen rengginan. Sementara itu, telah ditemukan hanya 40% UMKM yang melakukan inovasi produk baik yang melakukan diversifikasi maupun perubahan produk. Sehingga, dapat dikatakan bahwa perempuan pelaku usaha mikro-kecil tidak siap dalam menghadapi situasi pandemi ini.

Kami juga telah melakukan observasi tentang peran kelembagaan ekonomi lokal (koperasi) dan peran pemerintah dalam membantu UMKM menghadapi situasi pandemi. Kelembagaan ekonomi lokal berperan penting dalam membantu UMKM. Kebijakan penundaan kredit sangat diperlukan dimana di situasi pandemi seperti ini, tentu UMKM mengalami kesulitan dalam membayar kredit bulanan. Selain itu, koperasi juga tetap melayani pinjaman apabila UMKM memerlukan dana tambahan, baik untuk menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan hidupnya. Sementara itu, pemerintah melalui dinas sosial menyalurkan dana BLT/BPUM yang merupakan dana segar bagi pelaku UMKM, meskipun dalam pelaksanaannya masih belum menyasar keseluruhan perempuan pelaku usaha mikro-kecil. Sedangkan dinas koperasi dan UKM tidak dapat memberikan stimulus karena kewenangannya yang hanya berkaitan dengan pelatihan dan pemantauan saja.

Kami juga telah menyusun rekomendasi yang kami tujukan baik kepada perempuan pelaku usaha mikro-kecil, maupun kepada pemerintah untuk bersama-sama mengatasi dampak pandemi di sektor UMKM ini. Rekomendasi untuk perempuan pelaku usaha mikro-kecil adalah terkait inovasi produk yang disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini serta mengoptimalkan pemasaran online untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sedangkan untuk pemerintah berkaitan dengan manajemen mitigasi dan recovery berbasis data yang akurat serta kebijakan gerakan membeli produk lokal.

Telah Diseminarkan

Penelitian ini telah diseminarkan pada hari Jumat, 4 Desember 2020 bertempat di Omah Joglo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Terdapat 23 peserta yang hadir dalam seminar tersebut. Selain itu, seminar tersebut juga dihadiri perwakilan DP3AKBPMD Gunungkidul ibu Sri Mulat, serta Pemerintah Desa Sambirejo, Watusigar dan Semin.

"Riset ini kami lakukan sebagai dasar untuk merencanakan pendampingan selanjutnya. Kami juga telah menyusun rekomendasi untuk perempuan pelaku usaha dan kelompoknya agar bagaimana kedepannya bisa bangkit kembali. Rekomendasi juga kami susun untuk pemerintah Gunungkidul agar lebih memperhatikan perempuan pelaku usaha di Gunungkidul." ujar Iwan Setiyoko selaku Direktur YSKK saat memberikan sambutan pada seminar penelitian.

Bu Sri Mulat pun turut menanggapi dengan memberikan apresiasi kepada YSKK, "Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada YSKK yang sudah mulai 2010 berada di Kabupaten Gunungkidul sampai detik ini." (MSA)

Video Seminar Penelitian 
Download Resume Penelitian