Sampah Bisa Jadi Media Belajar Anak

09

September 2016

Botol plastik, koran bekas, kardus, kantong plastik biasanya terbuang tak berharga dan menumpuk penuh di keranjang sampah. Tapi ditangan terampil 23 bunda Pendidik PAUD di Kecamatan Weru, Sukoharjo bisa disulap menjadi aneka mainan dan alat peraga edukatif. Kamis, 8 September 2016 lalu pendidik dari 10 PAUD dampingan YSKK mengadakan Temu Inspirasi Pendidik Serial (TIPS) dengan tema “Mengolah Sampah Menjadi Media Pembelajaran yang Ramah Anak dan Sumber Pendapatan PAUD.”

Dalam Pertamuan yang rutin diadakan setiap bulan tersebut menghadirkan seorang Praktisi PAUD sekaligus aktivis anak dari PSA (Pusat Studi Anak) Bocah Pintar Karanganyar, Bunda Nining Sholikhah, MSi. Dari kegiatan ini pendidik jadi tahu bahwa berbagai barang bekas dan sampah rumah tangga ternyata bisa ada manfaatnya lho. Salah satunya adalah sebagai media pembelajaran yang ramah bagi anak.

“Sampah atau barang bekas itu murah, mudah dan bermanfaat bagi anak. Pilihlah barang-barang bekas yang aman bagi anak. memberdayakan barang-barang yang dianggap sudah tidak terpakai menjadi media belajar anak membuat para pendidik jadi kreatif. Gagasan ini juga jadi bagian dari kegiatan ramah lingkungan dan untuk mewujudkan Sekolah Ramah,” terang Bunda Nining dalam paparanya.

Sebelum berkreasi praktek membuat alat peraga edukatif, para bunda mendapat penjelasan terkait apa itu APE. Dijelaskan bahwa alat permainan adalah semua alat yang digunakan anak untuk memenuhi kebutuhan naluri bermainnya. Dan menurut Mayke Sugianto, T. 1995, bahwa alat permainan edukatif (APE) adalah alat permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Depdiknas (2003) mendefinisikan alat permainan edukatif sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai edukatif (pendidikan) dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak.

Dalam pertemuan tersebut kawan-kawan pendidik berhasil mengkreasi sampah menjadi 14 macam APE dengan berbagai variasi. Antara lain wayang keluarga, ulat cantik, wayang hewan, Jari-Jari, Boneka kertas dan lain sebagainya. Setiap APE yang sudah dibuat lalu dipresentasikan, untuk mengetahui bagaimana menggunakannya dan apa aspek perkembangan anak yang dapat distimulus.

“PAUD Mawar Biru membuat boneka dari kertas. Boneka ini digunakan untuk bercerita, dengan boneka ini anak-anak juga bisa tambah pengetahuannya tentang bagian-bagian tubuh manusia. Anak-anak juga berpartisipasi dalam membuatnya, dengan menggunting pola, menempel kertas dan memilih warna,” terang Bunda Tari dari Pos PAUD Mawar Biru.

Konsep anak belajar dari lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan pendekatan ini. Selain mengajarkan anak untuk cinta dengan lingkungan sekitarnya, partisipasi anak juga muncul dalam setiap pembuatannya. Oleh karaena itu pemanfaatan barang bekas ini diyakini sebagai salah satu pendekatan pendidikan yang ramah bagi anak. Dengan layanan PAUD yang ramah anak, maka akan tercipta suasana nyaman, menyenangkan dan berkualitas bagi perkembangan kecerdasan anak.


Tags: ,
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *