Strategi Mencapai SDGs Desa

Komitmen terhadap implementasi pembangunan berkelanjutan desa (Sustainable Development Goals/SDGs Desa) menjadi tantangan bukan hanya bagi pemerintah tetapi juga seluruh pihak yang peduli dengan desa. Oleh karena itu, keberhasilan SDGs tidak dapat dilepaskan dari peranan penting sinergisitas pemerintah, masyarakat, hingga swasta (perusahaan). Hal ini diungkap oleh Ahmad Yani Budi Santoso, selaku Ketua Umum Sahabat Desa Nusantara dalam Bincang Sore ‘Karsa Desa’ perdana yang diselenggarakan secara virtual oleh Sahabat Desa Nusantara (SDN) bekerjasama dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), yang diikuti oleh jaringan pegiat desa dari seluruh pelosok nusantara, pada hari Jumat (5/2) lalu.

“Pihak swasta (perusahaan) harus berpartisipasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung implementasi SDGs Desa yang akan dimulai tahun ini (2021) hingga 10 tahun ke depan (2030), melaui optimalisasi CSR perusahaannya,” terang Ahmad Yani dalam bincang sore tersebut. “Dimana di tahun 2021 ini, sebagai upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19, maka ada 10 prioritas diutamakan dalam implementasinya, yaitu: Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat sejahtera, Keterlibatan perempuan desa, Desa berenergi bersih dan terbarukan, Pertumbuhan ekonomi desa merata, Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, Desa damai berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, dan Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif” lanjutnya.

Di lain pihak, Iwan Setiyoko selaku narasumber ke-2 yang merupakan Direktur Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) menyampaikan bahwa, setiap desa memiliki peluang yang sama untuk berdaya. Karena saat ini, setiap desa diberikan kewenangan berdasarkan azas Rekognisi (pengakuan terhadap eksistensinya) dan Subsidiaritas (kewenangan skala lokal untuk mengatur dirinya sendiri), serta setiap desa tanpa kecuali memiliki potensi dan sumber daya yang sangat potensial untuk dikelola (seperti bentang alam, aset sosial, dan lain sebagainya).

“Tinggal bagaimana potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing desa ini ditemukan kemudian dikelola secara maksimal untuk mendukung pencapaian SDGs Desa.” terangnya. “Saat ini SDN dan YSKK telah menyiapkan strategi khusus untuk memfasilitasi ribuan desa yang telah menjadi dampingan agar bisa mengenali dan mengembangkan potensi lokal desa yang dimiliki, sehingga dapat berdampak pada keberdayaan desa dan kesejahteraan masyarakat.” lanjutnya.

SDGs Desa adalah upaya terpadu untuk mewujudkan percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang diluncurkan oleh Kemendes-RI di tahun 2021 ini. Harapannya, SDGs Desa akan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang dimasukkan dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021, dengan mengacu pada Permendes Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021. (is)

Video Bincang Sore Karsa Karya #1